aNO3grah group

Entertainment | Graphic Design & Printing | Production > for < Wedding | Party | Event

You are currently browsing the Artikel category.

Rencana Yang SMART

smart-plan Membuat rencana yang baik adalah awal dari sebuah kesuksesan. Tetapi dengan membuat rencana yang SMART adalah kepastian dari sebuah kesuksesan.

Mengapa? Karena dengan rencana yang SMART kesuksesan tinggal menunggu Anda action. Begitu action maka sukses menjadi kenyataan, bukan lagi harapan dan angan – angan.

SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Bound.

Rencana yang SMART adalah :

Specific / jelas, artinya rencana yang Anda buat harus jelas. Menulis ‘ingin memiliki bisnis sendiri’ belumlah jelas kerena tidak mencantumkan bidang apa yang akan digeluti.

Measurable / dapat diukur, artinya Anda harus tahu berapa omset bulanan yang ingin Anda hasilkan karena Hidup dan Bisnis memerlukan uang.

Achievable / dapat dicapai, artinya rencana Anda tersebut haruslah sebuah rencana yang dapat dicapai, minimal ada orang yang pernah mencapainya.

Realistic / realistik, artinya rencana Anda haruslah realistik atau sesuai dengan kondisi minat / internal calling Anda.

Time bound / batas waktu, artinya rencana yang Anda buat haruslah ada batasan waktu kapan Anda harus mencapainya.

…. Sudahkah Anda memiliki rencana untuk besok hari??

Oleh Ongky Hojanto

“Jangan membuat rencana kecil. Rencana-rencana kecil tidak mempunyai keajaiban untuk mengobarkan hati manusia…

Buatlah rencana- rencana besar…tetapkan harapan yang tinggi dan gapailah itu.” (Daniel H. Burnham, Chicago Architect and Planner)

Posted 11 months, 2 weeks ago at 07:19.

Add a comment

Pernikahan Sempurna Lewat Jasa Wedding Planner

Sebuah pernikahan yang berjalan dengan lancar dan sukses sering kali tak lepas dari kehadiran wedding planner atau perencana pernikahan. Tak jarang, wedding planner dianggap sebagai sahabat, penengah, dan pemersatu calon mempelai dan keluarganya.

eplanMempersiapkan pernikahan merupakan hal yang sangat penting. Siapapun pasti menginginkan pernikahan terbaik dalam hidupnya. Namun, terkadang kesibukan calon mempelai membuat mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengurus sendiri pernikahannya. Minimnya pengetahuan akan persiapan pernikahan dan sebagainya membuat jasa wedding planner menjadi sebuah kebutuhan. Bahkan sekarang ini tugas wedding planner tidak lagi sekadar menjadi perpanjangan tangan calon mempelai semata. Melainkan membantu memperlancar dan menciptakan sebuah pernikahan yang paling berkesan bagi calon mempelai dan keluarga. Dan tentunya mengundang decak kagum para tamu yang hadir.

Meringankan Beban Calon Mempelai

Menggunakan jasa wedding planner memang bukan sebuah keharusan. Namun seiring dengan bergulirnya waktu dan perkembangan masa, jasa wedding planner semakin dibutuhkan karena dapat meringankan beban calon mempelai.

Ada bebarapa peran dan tugas yang harus dijalankan oleh sebuah wedding planner:

1. Perencana, yaitu memberikan usulan dan masukan tentang konsep acara, biaya, venue, vendor-vendor seperti dekorasi, foto dan video, sound system, lighting system, special effect, multi-media, MC, penari dan pengisi acara lain yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon mempelai.

2. Sebagai koordinator, yaitu mengkoordinasi seluruh pihak yang terlibat di pesta pernikahan, mulai dari calon mempelai, keluarga, venue, para vendor dan pengisi acara, termasuk pengaturan jadwal meeting, technical meeting, dan gladi bersih.

3. Membuat rundown acara secara keseluruhan dan membentuk professional crew untuk mengatur jalannya pesta pernikahan mulai dari persiapan, gladi bersih, sampai acara selesai.


Sahabat atau Asisten?

Wedding planner harus bisa mengelola panitia pernikahan calon mempelai yang menjadi kliennya. “Kalau pernikahan internasional, yang menjadi panitianya hanya beberapa saja. Maka pada pernikahan tradisional biasanya keluarga, kerabat dan saudara kedua calon mempelailah yang akan menjadi panitianya,” tutur Hendri Gie, pemilik The Wine Wedding Planner. Hal ini akan membuat tugas wedding planner menjadi lebih rumit mengingat jika wedding planner salah menempatkan posisi keluarga dalam panitia tersebut, maka akan runyam hasilnya. Bisa-bisa, calon mempelai batal ke pelaminan.

Masalah yang muncul dalam mengelola panitia keluarga biasanya adalah perbedaan warna ruangan, warna baju, pemilihan lokasi, adat apa yang akan dipakai, siapa yang lebih dahulu disalami oleh para tamu dan sebagainya. “Kalau ada salah satu pihak yang membiayai lebih besar, atau keluarganya memiliki jabatan yang tinggi, bisa jadi pihak tersebut yang minta dahulu disalami oleh para tamu,” papar pria yang kerap disapa Gie.

Wedding planner dapat menjadi penengah serta pemersatu bagi dua keluarga calon mempelai yang akan bersatu dalam sebuah ikatan perkawinan. Untuk menjadi penengah dan pemersatu memang tidak mudah. Dibutuhkan keahlian dan jam terbang sehingga seorang wedding planner bisa mengatasi permasalahan yang muncul dalam mengelola panitia keluarga.

Gie punya kiat khusus agar masalah bisa segera terselesaikan. Pertama, jangan memposisikan wedding planner) sebagai bawahan panitia keluarga atau asist

Posted 1 year, 3 months ago at 06:53.

1 comment